Cara Mengubur Ari Ari Menurut Islam

Mengenai Ari Ari Terdapat hadis-hadis dari Aisyah, bahwa beliau mengatakan,
كان يأمر بدفن سبعة أشياء من الإنسان الشعر والظفر والدم والحيضة والسن والعلقة والمشيمة
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal potongan badan manusia; rambut, kuku, darah, haid, gigi, gumpalan darah, dan ari-ari.”
Hadis ini disebutkan dalam Kanzul Ummal no. 18320 dan As-Suyuthi dalam Al-Jami As-Shagir dari Al-Hakim, dari Aisyah.
Al-Munawi dalam Syarhnya, mengatakan,
وظاهر صنيع المصنف أن الحكيم خرجه بسنده كعادة المحدثين، وليس كذلك، بل قال: وعن عائشة، فساقه بدون سند كما رأيته في كتابه ” النوادر “، فلينظر
“Zhahir yang dilakukan penulis (As-Suyuthi) bahwa Al Hakim meriwayatkan hadis ini dengan sanadnya sebagaimana kebiasaan ahli hadis. Namun kenyataannya tidak demikian. Akan tetapi, beliau hanya mengatakan, “..dari Aisyah”, kemudian Al Hakim membawakannya tanpa sanad, sebagai ana  yang saya lihat dalam kitabnya An Nawadir. Silahkan dirujuk. (Faidhul Qadir, 5:198)
Karena itu para ulama menilai hadis ini sebagai hadis dhaif, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dalil. (Silsilah Ahadits Dhaifah, 5:382)
Semakna dengan hadis ini adalah riwayat yang dibawakan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Abdul Jabbar bin Wail dari bapaknya, beliau mengatakan,
أنَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِدَفْنِ الشَّعْرِ وَالْأَظْفَارِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur rambut dan kuku.” (Syu’abul Iman, no. 6488).

baca selengkapnya......

ISTIQOMAH PASCA RAMADHAN

ISTIQOMAH PASCA RAMADHAN

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ ، نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا  
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ .
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  .
أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، أ للَّهُمَّ ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ
Ma’asyiral Muslimin...Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakumullah...
Marilah pertama kali,  kita mengucapkan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, nikmat Iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan, sehingga kita bisa hadir untuk melaksanakan sholat Jum’at di masjid yang dimuliakan Allah ini.
Yang kedua, marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin...
Baru saja kita menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, dan ini merupakan bentuk nikmat Allah yang lain, yang harus kita syukuri juga. Nikmat beribadah selama satu bulan penuh ini harus kita syukuri dengan cara meneruskan ibadah tersebut pasca Ramadhan.
Salah satu tanda seseorang mendapatkan lailatul qadar adalah bahwa orang tersebut bisa istiqamah dalam ibadahnya pasca Ramadhan. Dalam hal ini Allah swt berfirman :

baca selengkapnya......

Isi Waktu Kosong Dengan Kegiatan Yang Bermanfaat



ISI WAKTU KOSONG DENGAN KEGIATAN YANG BERMANFAAT
Abu al-‘Atahiyah, seorang penyair Arab mengatakan:
إِنَّ الْفَرَاغَ وَالشَّبَابَ وَالْجِدَّةَ مفْسِدَةٌ لِلْمَرءِ أَيّ مَفْسدَة    
”Kekosongan jika melanda para pemuda yang mempunyai uang, maka akan mengakibatkan kerusakan yang luar biasa”.
Pepatah lain mengatakan :
الفَرَاغُ لِلرِّجَالِ غَفْلَةٌ، وَلِلنِّسَاءِ غَلْمَةٌ     
”Pengangguran bagi laki-laki adalah sebuah kelalaian dan bagi perempuan akan menjerumus kepada hal-hal yang negatif (syahwat)”.
Bukankah istri pejabat yang merayu nabi Yusuf ‘alaihi as-salam disebabkan karena kekosongan dan kesepian yang menyelimutinya. ? 
Ya, kekosongan akan menyebabkan kerusakan, apalagi didukung dengan uang yang dimilikinya, maka dampak kerusakan yang ditimbulkannya akan jauh lebih dahsyat.
Seorang penyair berkata :
لَقَدْ هَاجَ الفَرَاغ عليه شُغلاً       وَأَسْبَابُ البَلاَءِ مِنَ الفَرَاغِ      
“ Sungguh kekosongan itu menimbulkan pikiran negatif…
Dan penyebab kerusakan-kerusakan itu karena kekosongan.” 
Waktu kosong haruslah diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, kalau tidak, maka akan terisi dengan kegiatan-kegiatan negatif yang merusak, maka jangan sekali-kali kita biarkan pikiran kita kosong, karena syetan dengan gesitnya akan memasuk ke dalam pikiran yang kosong tersebut.
Sering kita mendengar terjadinya kerasukan syetan secara masal pada sekelompok pelajar putri di beberapa sekolah. Setelah diteliti, ternyata salah satu penyebabnya adalah pikiran-pikiran dan hati-hati mereka sering hampa, tidak diisi dengan dzikrullah, mengingat Allah dan tidak disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Para dokter menyatakan bahwa 50% kebahagian hidup bisa didapat dengan cara mengisi waktu kosong dalam kegiatan yang bermanfaat.
Betapa kita lihat para pekerja kasar di jalan-jalan, para kuli bangunan, para petani di sawah-sawah, para pedagang asongan di terminal-terminal merasa lebih tenang dan bahagia dibanding dengan anda yang melamun dan tergeletak di atas kasur akibat pengangguran.[1]

baca selengkapnya......

Hukum Membuat Tato Dan Tindik Di Tubuh



HUKUM MEMBUAT TATO DAN TINDIK DI TUBUH

Tato dalam bahasa arab disebut Al Wasymu ,yaitu :
اغْرَازُ اْلإِبْرَةِ أَوْ نَحْوُهَا فِي مَوْضَعٍ مِنَ اْلبَدَنِ حَتيَّ يَسِيْلُ الدَّمُّ ثُمَّ يُحْشَي ذَلِكَ الْمَوْضَعُ بِاْلكَحْلِ أَوْ نَحْوُهُ فَيَخْضُرُّ
“Proses penusukkan jarum atau yang serupa pada salah satu tempat dari anggota badan sampai darah mengalir dari tempat tersebut kemudian tempat itu dipenuhi dengan al kahl (celak) atau yang sejenis sehingga menjadi berwarna hijau.”
Para ulama mengharamkan tato ini berdasarkan hadits–hadits berikut :
العَيْنُ حَقٌّ وَنَهَي عَنِ اْلوَشْمِ – رواه البخاري –
“(penyakit yang ditimbulkan dari) ‘ain itu hak (benar adanya)dan (perawi berkata) beliau melarang tato.” (HR. Bukhari).
Juga sabdanya shollallahu alaihi wasallam :
لَعَنَ اللهُ الْواَصِلَةَ وَاْلمُسْتــَوْصِلَةِ وَالْوَاشِمَةِ وَاْلمُسْتَوْشِمَةِ – رواه البخاري عن أبي هريرة وابن عمر-
“Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang meminta disambung (rambut), juga melaknat perempuan yang membuat tato dan yang meminta ditato.” (HR. Bukhari)
Juga hadits berikut :
أُتِيَ عُمَرُ بِامْرَأَةٍ تَشِمُ فَقَامَ فَقاَلَ : أُنْشِدُكُمْ بِاللهِ مَنْ سَمِعَ مِنَ النَّبِيِّ فِي الْوَشْمِ ؟ فَقَاَل أَبُوْ هُرَيْرَةَ : فَقُمْتُ فَقُلْتُ : يَاأَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ أَنَا سَمِعْتُ قَالَ : مَا سَمِعْتَ ؟ قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص.م يَقُوْلُ : لاَ تَشِمْنَ وَلاَتَسْتــَوْشِمْنَ – رواه البخاري والنسائ –
Didatangkan seorang perempuan kepada Umar bin Khathab yang ingin ditato, maka ia berdiri dan berkata, “Aku meminta kepada kalian untuk bersumpah kepada Allah, siapa yang telah mendengar (hokum) tato dari nabi ?” Maka Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku berdiri dan berkata, “Wahai amirul mu’minin aku telah mendengarnya .” Dia (Umar) berkata, “Apa yang kamu dengar ?” Aku telah mendengar Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda, ”Janganlah kalian (perempuan) mentato dan janganlah meminta ditato !” (HR.Bukhari dan An Nasai).
Hadits -hadits diatas jelas menunjukan larangan membuat tato dan minta ditato. Qaidah ushul fiqih mengatakan :
الأَصْلُ فِي النَّهْيِ لِلتَّحْرِيْمِ
“Asalnya suatu larangan adalah untuk pengharaman.”

baca selengkapnya......

Manusia Langit yang Tak Kita Kenal

Sekali-kali jangan pernah merasa diri lebih tinggi-lebih besar-lebih fakih-lebih berilmu-lebih banyak amalnya, karena kita tidak tahu orang di sekeliling kita; bisa jadi biasa-biasa saja, berpenampilan sederhana, bahkan di masyarakat hanya dipandang sebelah mata, tetapi ternyata dia berhati mulia, dan termasuk pribadi bertakwa, di sisi-Nya.
Ada cerita indah dan menarik, sekaligus menakjubkan menurut saya, ketika membaca kisah yang dituliskan oleh Salim A. Fillah dalam bukunya, “Barakallahu laka, Bahagianya merayakan cinta.” pada hal. 448-449.
Tulisnya dalam buku itu, “Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota, di Jawa Timur.”
Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu :
1. Jangan Pernah Menyakiti;
2. Hati-hati Memberi Makan Istri.
“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kekata ustadz Muhammad, “tukang becak macam apakah ini sehingga punya mission statement segala? Saya juga tertakjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah!” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini. Beliau ini Hafizh Qira’at Sab’ah!!! Beliau menghafal Al-Qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan; qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.”

baca selengkapnya......

Tukang Sol Sepatu yang Doanya Mustajab

 Di antara hamba-hamba Allah, ada orang-orang yang tidak dipandang, walau dengan sebelah mata sekalipun. Pakaian mereka sangat sederhana, jiwa mereka rendah hati, rambut mereka kusut, dan wajah mereka berdebu. Jika mereka izin untuk masuk menemui pemimpin, niscaya mereka ditolak. Akan tetapi, seandainya salah seorang dari mereka bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan memenuhi sumpahnya.
Timbangan kebaikan dalam Islam disandarkan pada takwa, khasyyah, dan terpautnya hati dengan Allah Ta’ala. Ini hanya bisa diketahui oleh Allah saja. Dan timbangan seseorang di sisi Allah bukan dengan ketampanan wajah, harta duniawi yang berlimpah, dan bukan pula dengan tingginya jabatan dalam hidup bermasyarakat.
Ini adalah kisah tukang sol sepatu, yang terjadi pada masa tabi’in, Muhammad bin Munkadir. Kehadirannya di tengah masyarakat mungkin tidak dikenal, tetapi penghuni langit begitu menikmati doa-doanya. Ia tidak dipuji di bumi, tetapi ia disanjung di langit.
Mari kita menikmati kisah yang di tuturkan oleh Muhammad bin Munkadir sendiri.

baca selengkapnya......

Kesabaran yang Menakjubkan

Abu Qilabah, namanya adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi. Seorang ahli ibadah dan ahli zuhudnya penduduk Bashrah. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik yang merupakan salah satu dari tujuh shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Ibnu Hibban memasukkan nama beliau di dalam bukunya, Ats-Tsiqqat.
Di dalam kitab ini pula, Ibnu Hibban meriwayatkan sebuah kisah menakjubkan, yaitu tentang kesabaran Abu Qilabah di dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpanya. Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdil Malik.
Berikut ini kisah yang disebutkan oleh Ibnu Hibban:
Abdullah bin Muhammad berkata, “Suatu hari, aku pergi ke tepi pantai dengan dalam rangka menjaga wilayah perbatasan. Waktu itu, kami berjaga-jaga di perkemahan di Mesir. Setibanya di ujung pantai, ternyata aku tiba di Bathihah.
Di Bathihah ini ada sebuah kemah yang dihuni oleh seorang lelaki yang sudah buntuk kedua tangan dan kedua kakinya. Sementara pendengaran dan penglihatannya juga lemah. Tidak ada satu anggota tubuhpun yang berfungsi selain lisannya.
Dengan lisannya itu, ia senantiasa berdoa, “Ya Allah, berikanlah aku kemampuan untuk senantiasa memuji-Mu; pujian yang membuatku mampu memenuhi rasa syukur terhadap nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau melebihkan aku  atas segenap makhluk-Mu.”
Abdullah bin Muhammad berkata, “Demi Allah, aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini; apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya?
Aku lantas mendatangi lelaki itu. Aku mengucapkan salam kepadanya, dan aku katakan kepadanya, “Aku mendengar engkau berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah aku kemampuan untuk senantiasa memuji-Mu; pujian yang membuatku mampu memenuhi rasa syukur terhadap nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau melebihkan aku  atas segenap makhluk-Mu.’ maka nikmat apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut?, dan kelebihan apakah yang telah Allah karuniakan kepadamu hingga engkau menysukurinya??”

baca selengkapnya......

Temukan Saya

daftar isi

bloofers

Photobucket

Total Pageviews

link exchenge

ASSALAMU ALAIKUM SALAM UKHUWAH DARI ANA......

Blogroll

SILAHKAN ISI SARAN KRITIK DI SAMPING "OPEN CHAT"

Man Ana?

saya adalah orang islam yang bangga dengan keislaman saya.. jadi saya katakan "SAKSIKANLAH BAHWA SAYA ADALAH SEORANG MUSLIM" saya mencintai orang islam walaupun mungkin saya tidak lebih baik dari mereka, dan saya memusuhi orang kafir... cinta saya karena Alloh dan permusuhan saya juga karena Alloh... tidak ada yang saya harapkan kecuali ridho Alloh.... meninggal di jalan Alloh adalah cita cita saya tertinggi.... Al-qur'an adalah kitab suci saya yang mengatur seluruh aspek kehidupan, jadi barang siapa yang menoak ahukum Al-qur'an berarti telah menyatakan diri sebagai musuh saya.....

Blogger news

follow me . .

share

Pages

klick ya....!

View My Stats

Popular Posts

back